Mengaku sebagai kolektor kain batik nusantara tentu kurang lengkap jika belum memiliki salah satu atau semua batik motif Banyuwangi. Banyuwangi merupakan salah satu kota atau kabupaten di wilayah Jawa Timur dan dikenal luas menjadi sentra kerajinan kain batik. Jadi, saat membahas mengenai kota batik tak hanya bisa membahas Solo, Pekalongan, dan sebagainya namun perlu juga memasukan Banyuwangi ke dalamnya. Apalagi motif yang disajikan kota ini ternyata sangat banyak yakni lebih dari 20 motif kontemporer.

Ragam Motif Batik Khas dari Banyuwangi

Meskipun motif batik khas Banyuwangi ini ada puluhan jenis, namun beberapa termasuk yang paling populer dan paling diburu para pecinta batik. Jadi, Anda yang berencana mengoleksi batik motif Banyuwangi silahkan memulainya dari motif-motif berikut ini:

  1. Motif Gajah Oling,

Gajah Oling merupakan motif tertua dari kain batik asli Banyuwangi, dan menjadi motif dasar untuk berbagai motif kontemporer. Secara etimologi motif ini memiliki arti besar atau membesar dari kata Gajah, dan eling atau ingat dari kata Oling. Sehingga memiliki makna untuk selalu mengingat Sang Maha Besar (Tuhan).

  1. Motif Kangkung Setingkes,

Kangkung Setingkes juga menjadi motif batik yang banyak diburu dan masuk jenis motif tua dari Banyuwangi, bisa dikatakan sebagai adik dari Gajah Oling. Masyarakat Banyuwangi dikenal menyukai olahan dari kangkung sehingga motif batik ini mencerminkan kebiasaan tersebut. Kangkung memiliki arti sayuran kangkung, dan kata setingkes disini artinya diikat sehingga memiliki makna sebagai simbol bersatunya masyarakat Banyuwangi, seperti kangkung yang diikat menjadi satu.

  1. Motif Sembruk Cacing,

Sembruk Cacing menjadi salah satu batik motif Banyuwangi yang sangat khas sehingga hanya bisa dijumpai di Banyuwangi. Bisa diartikan seperti motif Mega Mendung asal Cirebon, sehingga menjadi motif yang wajib dibeli. Ciri khas motif batik ini adalah adanya bentuk melingkar seperti cacing ditambah ada motif Gedeg (dinding dari anyaman bambu) sebagai motif dasar. Motif khas ini mencerminkan kekayaan alam di tanah Banyuwangi.

  1. Motif Paras Gempal,

Motif bernama Paras Gempal asal Banyuwangi juga memiliki filosofi yang tinggi, motif ini terlihat seperti bentuk tanda tanya dan dikelilingi oleh bentuk hati kecil-kecil sebagai motif dasarnya. Maknanya sendiri adalah dari kata Paras yang artinya batu cadas kemudian kata Gempal berarti runtuh, sehingga memiliki makna sebagai cerminan kerukunan masyarakat di Banyuwangi yang tidak tergoyahkan.

 

Semua daerah pengrajin batik di tanah air memang memiliki motif khas sehingga hanya dijumpai di daerah tersebut, demikian halnya dengan Banyuwangi. Motif di atas menjadi motif yang paling banyak diburu dan jika Anda menginginkanya silahkan mencarinya ke The Using. Yakni sebuah galeri batik di Banyuwangi yang menyajikan batik motif Banyuwangi secara lengkap dan dengan kualitas terbaik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *